Titiek-AHY dan Gatot-Anies Dipandang Jadi Pesaing Jokowi


JAKARTA () – Bursa nama-nama bakal calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) mulai bermunculan, kendati Pemilu Presiden (Pilpres) masih 1,5 tahun lagi pada 2019.  Mereka, menurut sejumlah pengamat, sebagai pesaing handal bagi petahana Joko Widodo (Jokowi).

Bagi pengamat politik Siti Zuhro, Siti Hediati alias Titiek Soeharto dipasangkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merupakan ancaman buat Jokowi. “Popularitas dan memiliki pendukung dipunyai keduanya,” ujar peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu di Jakarta, Minggu (10/12).

Hanya saja, katanya, bisakah Titiek-AHY memanfaatkan momen atau isu kontekstual secara tepat untuk meraih kemenangan kontestasi dalam Pilpres 2019.

Di tempat terpisah, ketua Progres 98 Faizal Assegaff menganalisa kemungkinan duet Gatot Nurmantyo-Anies Baswedan dimunculkan Prabowo Subianto yang hanya menjadi King Maker di Pilpres 2019.

“Meroketnya elektabilitas Jenderal Gatot dan Anies Baswedan itu sebagai kekuatan riil, bukan spekulasi di atas kertas survei berbayar,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta.

Kebersinaran Gatot Nurmantyo, menurut pengamat Pangi Syarwi Chaniago, mulai terasakan sewaktu Panglima TNI itu mendukung gerakan Bela Islam 212 melawan Partai Komunis Indonesia (PKI) hingga kemunculan yel-yel bakal Capres/Cawapres Pemilu 2019.

“Pak Gatot dahulu dicurigai akan menjadi tentara revolusioner, yang dikhawatirkan melakukan kudeta. Kendati, fakta & data, Gatot setia all out pada presiden yang sah sesuai legitimasi pilihan rakyat sehingga tuduhan itu menjadi fitnah yang tidak terbukti,” ujar direktur eksekutif Voxpol Research & Consulting itu, Minggu (10/12).

Namun begitu, ada sosok lain yang perlu diperhitungkan keberadaannya yaitu Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang juga keponakan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu didaulat sejumlah daerah sebagai bakal cawapres. Mulai Raja dari Kalimantan Barat, kalangan muda Surakarta, hingga bertebarannya poster-poster gambar Cak Imin di Kota Depok.

“Duet Jokowi-Cak Imin (KoCak) merupakan pasangan serasi berasal dari nasionalis dan relijius,” ujar Prijo, koordinator relawan Ko-Cak dari Surakarta itu. (rinaldi/win)

Share.

Leave A Reply