Buka Pintu dan Jendela Tingkatkan Kualitas Tidur


, JAKARTA -- Membiarkan pintu atau jendela kamar tidur terbuka disebut bisa meningkatkan kualitas tidur. Demikian hasil observasi yang dilakukan oleh para peneliti dari Belanda.

Dikutip dari Reuters, membuka pintu dan jendela membantu menurunkan level karbon dioksida di ruangan. Selain itu, ruang yang terbuka membuat aliran udara lebih lancar. Kondisi tersebut mampu meningkatkan kualitas kesehatan penghuninya kala tidur.

"Kita menghabiskan sepertiga hidup di kamar tidur, namun kualitas udara di kamar masih sering diabaikan," kata Asit Mishra yang merupakan peneliti dari Eindhoven University of Technology.

"Bayangkan jika anda berada dalam ruang yang terbatas dan kemampuan adaptasi anda menurun karena anda sedang tidur. Padahal di saat yang sama anda tengah dikelilingi polutan," ungkapnya. Menurutnya kondisi seperti itulah yang terjadi selama ini pada orang-orang yang tidur. Polutan bahkan tersembunyi di bawah selimut atau bantal.

Dalam studi ini, peneliti melibatkan 17 relawan yang tidur dalam dua kondisi. Pada kondisi pertama mereka tidur di kamar yang terbuka. Malam selanjutnya mereka diminta tidur di kamar yang tertutup.

Sebelum tidur para partisipan diminta tidak mengonsumsi minuman beralkohol atau mengandung kafein. Mishra dan rekan-rekannya kemudian mengamati kadar karbon dioksida, suhu, kebisingan ruangan, dan kelembaban.

Untuk menilai kualitas tidur relawan, mereka mengenakan gelang lengan yang bisa mengukur suhu kulit, aliran darah, suhu kasur, dan kelembaban kulit. Gerakan tubuh dan indikasi ketidaknyenyakan juga ikut diamati.

Kamar yang tertutup memang terhindar dari suara-suara bising. Namun kadar karbon dioksidanya lebih tinggi daripada kamar yang terbuka.

"Jika tidak ingin terganggu dengan suara dari luar atau demi alasan keamanan, tidak perlu membuka jendela yang menghadap ke luar rumah. Cukup buka pintu kamar yang ada di dalam rumah untuk menjaga ruangan agar tetap kondusif," kata Mishra.

Share.

Leave A Reply