Protes Kebijakan Trump, Sejumlah Kelompok Massa akan Demo Kedubes AS di Jakarta



Protes Kebijakan Trump, Sejumlah Kelompok Massa akan Demo Kedubes AS di Jakarta - Nasional

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Kamis sore (7/12) mengadakan pertemuan tertutup dengan Duta Besar Amerika Untuk Indonesia Joseph R. Donovan untuk menegaskan kembali sikap Indonesia terhadap kebijakan Amerika yang mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Pertemuan yang diadakan di sela-sela acara Bali Democracy Forum di Banten, Tangerang, itu merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo beberapa jam sebelumnya agar ia kembali memanggil Donovan. Instruksi itu merupakan bagian dari pernyataan presiden terhadap kebijakan Amerika.

“Bahkan ketika Presiden Trump belum menyampaikan keputusan itu, dalam pertemuan hari Senin saya sudah menyampaikan kepada Pak Donovan untuk mempertimbangkan kembali dan membatalkan rencana itu (mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.red), karena apabila hal ini dilakukan akan membahayakan proses perdamaian itu,” tandas Retno.

Demikian pernyataan Retno Marsudi seusai pertemuan tertutup itu. Sementara Duta Besar Amerika Untuk Indonesia Joseph R. Donovan mengatakan Washington tetap berkomitmen untuk mendukung perdamaian Israel dan Palestina.

“Saya juga tekankan komitmen AS untuk tetap mendukung kesepakatan damai antara Palestina dan Israel, termasuk mendukung solusi dua negara jika kedua belah pihak setuju,” ujar Donovan kepada wartawan.

Demonstrasi Anti-Kebijakan Trump akan Digelar di Beberapa Kota

Kecaman terhadap kebijakan itu juga akan disampaikan oleh sejumlah kelompok masyarakat, yang mengatakan kepada VOA siap melakukan aksi unjukrasa besar-besaran di depan Kedutaan Besar Amerika di Jakarta dan kantor-kantor perwakilan Amerika di beberapa kota lain.

“Massa kami sekitar 500-800. Tapi ada beberapa NGO yang ingin ikut serta ada sekitar 2.000an. Ini di luar massa Nadhlatul Ulama yang ternyata sudah meminta izin demonstrasi terpisah dan mungkin nantinya akan bergabung dengan massa kami. Ini kebersamaan saja karena tujuannya sama. Kami belum berkoordinasi dengan pihak kedutaan tapi besok akan minta mediasi. Semoga ada staf kedutaan yang menerima surat kami. (VOA: Aksi dilakukan secara serentak se-Indonesia?) Yang sudah confirmed adalah Lampung, Bandung, Pontianak, Semarang dan Samarinda. Aksi di daerah-daerah lain masih didaftarkan,” ungkap Agus Sudarmajid, Koordinator Lapangan "Al-Aqsa Working Group.

Selanjutnya, Sudarmaji mengatakan demonstrasi yang akan dilakukan seusai sholat Jumat (8/12) ini sedianya berawal di Kedutaan Besar Palestina di Jalan Diponegoro, Menteng, dan dilanjutkan dengan long march ke Kedutaan Besar Amerika di Medan Merdeka Selatan. Tetapi setelah berkoordinasi dengan aparat keamanan, maka demonstrasi akan dipusatkan di depan Kedutaan Besar Amerika saja dan tidak akan ada long march.

Kedubes AS di Jakarta Keluarkan Peringatan

Pihak Kedutaan Besar Amerika di Jakarta memang telah mengeluarkan peringatan bagi warga negara Amerika untuk hati-hati dan waspada. Dalam pesan yang dikeluarkan di website Kedutaan Besar AS, disampaikan “pengumuman bahwa Amerika mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem mungkin akan menimbulkan aksi demonstrasi, yang beberapa diantaranya mungkin berpotensi menjadi aksi kerusuhan. Oleh karena itu warga Amerika dihimbau hati-hati dan waspada dengan keamanan pribadi.”

Warga Amerika juga diminta meningkatkan kewaspadaan atas situasi lingkungan di sekitarnya dan secara reguler memantau berita lokal. “Senantiasa tingkatkan kewaspadaan, ambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan keamanan pribadi, dan ikuti instruksi otorita setempat. Hindari lokasi-lokasi demonstrasi, dan berhati-hati jika berada di tengah kerumunan massa, aksi demonstrasi atau protes,” tegas pesan di situs Kedutaan Amerika di Jakarta itu. [em/fw/al]

Share.

Leave A Reply