Mahasiswa Demo di PN Jaksel Minta Hakim Tolak Permohonan Setnov


JAKARTA () – Saat sidang Praperadilan Jilid II Setya Novanto berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, belasan mahasiswa dari Fakultas HUkum Universitas Sahid (Usahid) Jakarta berunjuk rasa di gerbang kantor pengadilan, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Kamis (7/12/2017).

Meskipun aksinya tidak mengganggu sidang yang  dipimpin oleh hakim tunggal, Kusno, namun aksi mereka membuat repot aparat polisi yang memang dikerahkan menjaga keamanan sidang tersebut.

Untuk mengantisipasi tindakan pengunjuk rasa, polisi menutup gerbang masuk PN Jaksel. Para mahasiswa berjas almamater coklat muda itu dipersilakan berdemonstrasi di depan gerbang tersebut.

Dalam aksinya, mahasiswa tidak hanya berorasi namun juga memperlihatkan sejumlah spanduk yang tidak berpihak kepada Setya Novanto.

“Kami tidak ingin dipimpin oleh koruptor,” bunyi salah satu spanduk besar yang diperlihatkan para mahasiswa itu, lengkap dengan foto wajah Setya Novanto mengenakan rompi oranye, seragam tahanan KPK.

Mereka pun meminta hakim Kusno, hakim tunggal yang memimpin jalannya sidang praperadilan itu untuk menolak tuntutan kubu Setya Novanto.

“Seharusnya hakim praperadilan bertindak secara tegas dan adil dalam memutus perkara tersebut dan tidak boleh ada intervensi dari pihak luar dan pihak dalam,” kata Abdul, koordinator aksi berorasi.

Para mahasiswa ini pun berpendapat seharusnya sidang praperadilan tersebut dihentikan menyusul telah dirampungkannya dan dilimpahkannya berkas penyidikan perkara Novanto oleh KPK.

Jika merujuk Pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP, dikatakan ‘dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa ‎oleh pengadilan negeri sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai maka permintaan tersebut gugur.

Sedangkan, putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 102/PUU-XIII/2015 menyatakan, perkara praperadilan dinyatakan gugur saat telah digelar sidang pertama terhadap perkara pokok atas nama terdakwa/ pemohon praperadilan.

Aksi unjuk rasa oleh mahasiswa ini  berdampak pada kemacetan arus kendaraan di Jalan Ampera Raya, baik menuju arah Ragunan maupun sebaliknya atau arah Kemang. (julian/yulian/tri)

Share.

Leave A Reply