Chester Bennington Tidak dalam Pengaruh Ekstasi



Jakarta: Keputusan bunuh diri yang diambil vokalis Linkin Park, Chester Bennington, masih mendapat sorotan hingga saat ini. Chester yang gantung diri pada Juli lalu disebut berkutat dengan masalah depresi dan ketergantungan obat-obatan.

Pada Selasa (5/12/2017), TMZ merilis kabar terkait hasil tes toxicology yang menunjukkan bahwa pada tubuh Chester ketika meninggal hanya terdapat sedikit kandungan alkohol dan tidak terdapat kandungan ekstasi yang besar.

Di lokasi kejadian, pihak berwenang menemukan sebotol obat penenang Zolpidem, sebotol bir Stella Artois yang sudah habis dan bir Corona yang masih tersisa setengah.

Kejadian yang dialami Chester membuat rekan-rekannya di Linkin Park dan para musisi lain lebih peduli terhadap masalah depresi. Mike Shinoda beberapa waktu lalu menunjukkan kepedulian seputar masalah ini dengan melakukan re-tweet informasi seputar nomor telepon konsultan yang bisa dihubungi 24/7 bagi mereka yang mengalami masalah depresi dan butuh teman bicara.

Pada November lalu, Linkin Park mendapat penghargaan Favorite Alternative Rock Artist dalam ajang American Music Awards (AMAs) 2017 yang digelar di Microsoft Theater, Los Angeles. Dalam pidato penerimaan trofi, Mike Shinoda yang mewakili rekan-rekannya mengatakan mereka mempersembahkan trofi itu untuk almarhum Chester.

 
(ELG)

Share.

Leave A Reply