Listrik PLN Minimal 5.550 VA Haruskah Pakai Meter Token?


SESUAI kesepakatan Kementrian ESDM-PLN, tak lama lagi (2018?) pelanggan nonsubsidi 1.300-4400 VA harus beralih ke daya yang lebih besar menjadi minimal 5.500 VA. PLN menjamin tak ada kenaikan tarif dan pemasangan meteran juga gratis. Yang dicemaskan konsumen, jika harus pakai meteran token, karena itu prakteknya jadi boros.

Jaman Orde Lama, voltase listrik PLN hanya 110 volt, setiap rumah paling-paling pasang listrik 150 VA. Tapi setelah Orde Baru, mulai tahun 1975-an seluruh jaringan listrik di Indonesia menjadi 220 volt. Cuma sayangnya, sampai Orde Baru tumbang dan ganti era reformasi, masih 2.500 desa hanya pakai listir alias pakai sentir (pelita).

Di era pemerintahan Jokowi-JK sekarang, pemerintah sangat ambisius dengan program listrik 35.000 MW. Wamen ESDM Arcandra Tahar memprediksi, tahun 2019 mendatang kapasitas listrik kita mencapai 70,5 ribu MW, sementara kebutuhan listrik Jawa-Bali hanya 49.9 ribu MW. Bagaimana harus mengatasi trom-gur alias setrom nganggur sebanyak itu?

Mentri ESDM Ignasius Yonan – Dirut PLN Sofyan Basir pun bersepakat, pelanggan PLN non subsidi dari 1.300 VA (R-1/TR) hingga 4.400 VA (R-2/TR) dipindah kelasnya ke 5.500 VA (R-2/TR). Konsumen 6.600 VA akan dinaikkan menjadi 13.000 VA dan yang lebih dari 13.000 VA nantinye menjadi los strom. PLN menjamin, pemindahan golongan dan pemasangan meteran, dijamin gratis.

Kata PLN, dengan penambahan strom itu pelanggan tak perlu sebentar-sebentar listrik anjlog jika kelebihan beban. Padahal jika ditilik dari keuangan PLN yang sedang mengalami “ketekoran” karena beban utang sampai Rp 186,09 triliun, dicurigai itu hanya taktik untuk meningkatkan pendapatan dengan cara obral setrom.

Konsumen PLN kini mulai dilanda kecemasan, takut bila pemakaian listrik tak terkontrol justru menjadi pemborosan. Mereka juga khawatir jika penggantian meteran itu harus ke sistem token. Sebab meteran sistem pulsa justru menjadikan pemakaian listrik jadi boros.

Paling menjengkelkan dan bikin malu, jika pulsa nyaris habis meteran teriak tit tit tit melulu, sehingga ketahuan bila pemilik rumah sedang bokek. – semprul

Share.

Leave A Reply