Pengakuan dari Tulisan di Kuitansi – BiarTau News


Pengakuan dari Tulisan di Kuitansi – BiarTau News - Nasional

DEPAN HAKIM – Konfrontir dari saksi H Syaiful dan saksi pelapor, dan disaksikan kuasa hukum terdakwa depan majelis hakim dan JPU. (Istimewa )

Banjarmasin, KP – Perkara dugaan pengancaman dan pemerasan terdakwa Amat Norjaini alias Amat Hirang bersama Syaiful alias Ipul dan Hadran Effendi alias Adan serta M Arif, berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (12/10).

Dalam sidang dengan agenda mengkonfrontir keterangan sekaligus pemeriksaan terdakwa itu majelis hakim meminta JPU menghadirkan saksi pelapor Andriansyah dan H Syaipul pemilik toko.

Di depan majelis hakim pimpinan Afandi Widarijanto SH dibantu hakim anggota Teguh Santoso SH dan Nanik Handayani SH MH itu saksi pelapor mengakui tulisan tangannya pada kuitansi.

Namun Andriansyah mengatakan kalau blanko surat perjanjian berasal dari H Syaipul.

Kontan saja keterangan itu dibantah H Syaipul yang mengatakan baik blanko dan tulisan tangan dari Andriansyah penyewa toko nya itu.

“Tulisan pada blanko itu tulisan anda kan “ tanya ketua majelis hakim yang dibenarkan saksi pelapor.

Pada kesempatan itu H Syaipul juga menerangkan kalau surat pemberitahuan pembongkaran yang dikirimkannya ditembuskan kepada kepolisian, dinas pasar dan saksi pelapor sendiri.

Saksi pelapor  membenarkan  pertanyaan kuasa hukum terdakwa Isai Panantulu SH kalau dia mengetahui dan melihat surat H Syaiful kepada Amat Hirang yang ditunjuknya sebagai kuasa hukum guna menyelesaikan hutang sewa toko.

Ada hal menarik dari persidangan kemarin, saat masuk pada pemeriksaan terdakwa.

Ketika itu Ketua Majelis Hakim Afandi Widarijanto menanyakan dimana peran terdakwa Amat Hirang kepada JPU Rizky Purbo SH usai menyaksikan video rekaman saat pembongkaran.

Hal itu menyusul pertanyaan JPU kepada terdakwa Amat Hirang yang mengaku tidak masuk toko dan hanya memegang linggis yang akhirnya tak digunakan sebab H Syaipul memiliki kunci sendiri untuk membuka rolling door

Namun demikian menjawab pertanyaan JPU, Amat Hirang mengaku jika dia sempat melontarkan kata-kata kasar kepada saksi pelapor.
Alasannya dia sempat dipepet adik saksi pelapor yang terkesan memancing emosinya.

“Kemudian saya dipukul oknum polisi dan kepala belakang juga dipukul Agus,’’ beber Amat Hirang

Sementara peran ketiga terdakwa lainnya seperti Ipul yang ikut ke toko diminta membantu memasang spanduk dan mengambil gambar”Saya sopir dari isteri H Syaipul” terang Ipul seraya menambahkan dia juga membantu memasukan barang dagangan ke karung Sedangkan Hadran dan Arif yang  baru satu minggu bekerja  menurut Amat Hirang ikut karena mereka karyawannya.

Sidang ditunda dan dilanjutkan pekan depan  dengan agenda tuntutan dari JPU.

Seperti diberitakan sebelumnya keempat terdakwa dilaporkan Andriansyah empat pria yang mengaku orang suruhan H Syaiful mendatangi toko yang disewa  Andriansyah, Jumat (28/7) siang lalu pukul 16.00 WITA. Mereka diduga melakukan pemerasan atau pengancaman. (K-4)

 

Share.

Leave A Reply