Kumpulan Dongeng Nusantara : Asal Mula Pulau Sangkar


Dongeng nusantara yang kakak ceritakan di akhir pekan ini masih berasal dari Kepulauan Riau sama seperti tiga dongeng nusantara pendek yang kakak ceritakan sebelumnya. Di blog Dongeng Cerita Rakyat banyak sekali dongeng anak Nusantara dari seluruh daerah yang ada di Indonesia. Bukan hanya itu, legenda Nusantara yang terkenal sampai ke manca negarapun kami posting dengan bahasa ringan yang mudah dimengerti. Semoga adik-adik suka dengan semua cerita rakyat Indonesia yang ada di blog ini. Salam dongeng.

Kumpulan Dongeng Nusantara : Sejarah Asal Muasal Pulau Sangkar

Kumpulan Dongeng Nusantara : Asal Mula Pulau Sangkar - Edukasi

Kumpulan Dongeng Nusantara Asal Mula Pulau Sangkar

Di wilayah Indragiri Hilir, hiduplah dua orang pendekar. Pendekar pertama bernama Tuk Solop, ia tinggal di sekitar Pantai Solop. Tuk Solop sudah berusia senja dan rambutnya sudah memutih. Namun, Tuk Solop tidak pernah sombong, ia ramah dan disukai banyak orang.

Semula ia mempunyai murid yang banyak, tetapi satu persatu muridnya pergi. Karena tidak ada lagi yang berguru kepadanya, Tuk Salop pun pergi meninggalkan Pantai Solop.

Di luar Pantai Solop, ada seorang pendekar lain yang sangat sakti bernama Pendekar Katung. la adalah pendekar yang kaya raya dan sombong. Sebagian besar kekayaannya, didapatnya dari bertaruh dan menyabung ayam. Ayam andalannya sudah mengalahkan banyak ayam petandingan di daerah itu.

Pendekar Katung mempunyai adik angkat bernama Suri. la adalah seorang gadis yang cantik jelita. Sebetulnya, Suri adalah anak Iawan sabung ayam Pendekar Katung yang telah tewas.

Semenjak ibunya meninggal dunia, Suri dirawat oleh ayahnya. Pendekar Katung membujuk ayah Suri untuk bertarung ayam dengannya. Setelah mengalami berbagai kekalahan dan tidak ada lagi yang dapat dipertaruhkan, ayah Suri mempertaruhkan dirinya sendiri. Ternyata, ayamnya kalah oleh ayam milik Pendekar Katung. Ayah Suri dibuang ke tengah hutan. Hingga kini, Suri diasuh oleh Pendekar Katung.

Suatu hari, seorang pengembara bernama Bujang Kelana datang ke Pantai Solop untuk berguru kepada Tuk Solop. Namun, ia mendapati daerah itu kosong dan tidak menemukan siapa pun. Ketika sedang beristirahat, ia bertemu dengan Suri yang sedang melintas di sana, mereka pun berkenalan.

Bujang Kelana terpesona dengan kecantikan Suri.

°Apa yang Abang cari di sini?" tanya Suri setelah mereka berbincang-bincang.

"Abang kemari ingin berguru kepada Tuk Solop," kata Bujang Kelana. "Tuk Solop memang telah meninggalkan tempat ini semenjak murid-muridnya pergi berguru kepada Pendekar Katung," jelas Suri.

"Sepertinya, Abang pernah mendengar nama itu. Apakah adik mengenal Pendekar Katung?" tanya Bujang Kelana.

Suri terdiam mendengar pertanyaan Bujang Kelana. la lalu bergegas pergi.

"Jika Abang ingin bertemu, temui aku lagi besok di sini," kata Suri yang berlari pergi.

Bujang Kelana dibuatnya bingung. Ketika sedang termenung itu muncullah seorang tua yang buta dari batik semak-semak ke arahnya.

"Maaf, siapakah Bapak ini?" tanya Bujang Kelana.

"Aku Datuk Buta. Kau jangan takut, aku telah mendengar pembicaraan kalian tadi. Suri adalah adik Pendekar Katung."

"Mengapa ia pergi ketika aku singgung tentang kakaknya?"

"Pendekar Katung adalah pendekar dengan ilmu aliran hitam. la menghasut murid-murid Tuk Solop. Sampai akhirnya, Tuk Solop pergi entah ke mana," kata Datuk Buta.

Kemudian, Datuk Buta bergegas pergi. la merasa ada yang sedang memata-matainya.

Selang beberapa waktu, datanglah Suri berlari ke arah Bujang Kelana.

"Bang! Tolong aku! Pendekar Katung ingin menikahiku! Bawa aku pergi Bang, nanti aku akan menceritakan yang sebenarnya!" kata Suri panik.

Mereka berlari mencari tempat yang aman. Di sanalah Suri menceritakan siapa ia sebenarnya. la juga menjelaskan bahwa ayahnya meninggal dunia karena mempertaruhkan nyawanya dalam pertaruhan sabung ayam.

Tiba-tiba, seketika Datuk Buta muncul lagi di hadapan mereka.

“Aku mendengar ceritamu, Nak. Jika benar yang kau ceritakan, berarti kau adalah anakku. Akulah orang yang telah mempertaruhkan nyawaku dan dikalahkan oleh Pendekar Katung."

"Ayah? Jadi, ayah masih hidup?"

Lalu, mereka bertiga menyusun siasat untuk memusnahkan Pendekar Katung. Bujang Kelana akan menantang Pendekar Katung untuk menyabung ayam. Sebelumnya, mereka akan mengganti ayam milik Pendekar Katung dengan seekor ayam milik Datuk Buta yang mirip sekali dengan ayam Pendekar Katung. Pertarungan tersebut disaksikan juga oleh orang-orang dari desa lain.

Pendekar Katung mengalami kekalahan. Ayamnya mati. Ayam Bujang Kelana yang sebetulnya adalah ayam Pendekar Katung menang dalam pertarungan tersebut. Pendekar Katung yang tidak terima dengan kekalahannya memerintahkan pengawalnya untuk mengejar Bujang Kelana.

Bujang Kelana sempat mendapatkan beberapa pukulan. Ketika Pendekar Katung lengah, Datuk Buta menyergapnya dari belakang.

"Bujang Kelana, cepat serang orang ini! Dia hanya bisa dikalahkan ketika disergap oleh orang buta!" teriak Datuk Buta. Bujang Kelana tidak menyianyiakan kesempatan itu, ia segera menyerang Pendekar Katung hingga lemas tak berdaya.

Datuk Buta berkata kepada Pendekar Katung, “Katung, aku adalah ayah Suri yang kau kalahkan waktu itu. Tuk Sulop yang menyelamatkanku. ia juga yang memberitahukan kepadaku kelemahan ilmumu!"

Pendekar Katung lalu tewas. Tiba-tiba, Suri berlari ke arah mereka. Tubuhnya penuh luka. Rupanya ia telah diserang oleh pengawal Pendekar        Katung.

Tubuh Suri yang lemah tidak memungkinkan baginya untuk bertahan hidup.

Kemudian Suri berkata kepada Bujang Kelana, “Abang, maaf sepertinya takdir tidak mengizinkan kita untuk bersama."

Suri meninggal dunia. Hancur hati Bujang Kelana menyaksikan kekasih hatinya pergi selama-lamanya.

Setelah menguburkan jasad Suri di dekat pondok Datuk Buta, Bujang Kelana pun pamit untuk meninggalkan desa tersebut. Sebelum pergi, ia mengambil sebuah sangkar ayam yang terletak di pondok Datuk Buta dan melemparkannya ke tengah laut. Untuk menghapus kesedihannya, Bujang Kelana berjanji tidak akan kembali ke Pulau Solop. Lalu, ia pergi mengembara entah kemana.

Konon, setelah beberapa tahun kepergian Bujang Kelano, sangkar ayam tersebut pun muncul di permukaan dan menjadi sebuah pulau. Masyarakat menyebutnya dengan Pulau Sangkar Ayam.

Pesan moral dari Kumpulan Dongeng Nusantara Pendek : Asal Mula Pulau Sangkar adalah jangan sombong dengan segala kelebihan yang kita miliki. Sesungguhnya setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Baca Kumpulan dongeng nusantara yang terkenal lainnya di Dongeng Cerita Rakyat pada link berikut ini Kumpulan Cerita Rakyat Legenda Nusantara Terpopuler dan Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara Pendek (Fabel)

 

 

 

Daftar Pustaka https://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Cerita_rakyat_Indonesia

Share.

Leave A Reply